Inggris

4. Present study The overall aim of the present study was to gain a deeper un-derstanding of relevant events for teachers when dealing with in-dividual students. Similar to previous study designs, this study combined an idiographic and a nomothetic approach within a questionnaire (e.g., Chang, 2013; Schmidt et al., 2017). The idio-graphic part consisted of teachers describing the most relevant event with an individual student of the past workday. By using an open answer format we allowed participants to describe any unique subjective situation that was relevant to them, without influencing them by presenting a pre-structured list of negative or positive student behaviors. The other part of the study was nomothetic and in this part the qualitatively reported events were quantified by external coders in terms of the described student behaviors. The present study addressed three research goals. First, the characteristics of the students described in these events were identified (i.e., their gender and behavioral attributes). Previous research demonstrated that teachers are primarily concerned by students displaying (extreme) externalizing problem behavior, particularly boys (Joosten et al., 2014; Kokkinos, Panayiotou, & Davazoglou, 2004; Molins & Clopton, 2002; Rytivaara & Frelin, 2017). In addition, a qualitative study showed that teachers iden-tified the same student as the ones causing trouble and bringing joy (Rytivaara & Frelin, 2017). It was therefore expected that in both positively and negatively valued relevant classroom events, the majority of students described would score relatively high on externalizing problems and would be of male gender. Second, it was examined which student behaviors were present in teachers’ descriptions of the most relevant event of the past workday. It was assumed that the more frequent a behavior was reported, the more relevant this student behavior was for teachers. A coding system was developed to assess the presence or absence of 21 possible student behaviors in each event. This system was centered around the four overarching themes of student behaviors described by Frenzel (2014), incorporating the student mis-behaviors as identified by both Chang (Chang, 2013; Chang & Davis, 2009) and Brophy and Rohrkemper (1988). Since we were not only interested in student misbehaviors, we also developed codes for positive counterparts of all negative behaviors. Although previous research suggests that some misbehaviors are reported more often than others when asked for events in which teachers feel emotionally challenged (see Chang, 2013), no specific hypotheses were formulated for this study because this is the first that sys-tematically identified both positive and negative relevant student behaviors. Third, the present study investigated the association between the presence or absence of described student behaviors in an event and the emotions teachers experienced in response to the relevant event. Based on the theoretical assumption that relevant events lead to more intense emotional experiences (Chang, 2009; Lazarus, 1999) and previous empirical evidence (e.g., Becker et al., 2015; Chang, 2013; Frenzel et al., 2009; Hagenauer et al., 2015), we ex-pected that teachers would report higher levels of enjoyment in response to events in which positive student behaviors are described and higher levels of anger and anxiety in response to events in which negative student behaviors are described. In contrast, negative associations were expected between events in which positive student behaviors are described and teachers' anger and anxiety and between events in which negative student be-haviors are described and teachers’ enjoyment. Because little research has been done in relation to teacher-student interactions and associated self- and other-related emotions, this study exam-ined the links between student behaviors and these emotions in events exploratively.

Indonesia

4. Presentasikan studi Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang peristiwa-peristiwa yang relevan bagi para guru ketika berhadapan dengan siswa secara terpisah. Mirip dengan desain penelitian sebelumnya, penelitian ini menggabungkan pendekatan idiografis dan nomotetik dalam kuesioner (mis., Chang, 2013; Schmidt et al., 2017). Bagian idio-grafis terdiri dari para guru yang menggambarkan acara yang paling relevan dengan seorang siswa dari hari kerja sebelumnya. Dengan menggunakan format jawaban terbuka, kami mengizinkan peserta untuk menjelaskannya situasi subjektif unik yang relevan bagi mereka, tanpa memengaruhi mereka dengan menyajikan daftar perilaku siswa yang negatif atau positif yang sudah terstruktur. Bagian lain dari penelitian ini adalah nomotetik dan dalam bagian ini peristiwa yang dilaporkan secara kualitatif dikuantifikasi oleh coders eksternal dalam hal perilaku siswa yang dijelaskan. Penelitian ini membahas tiga tujuan penelitian. Pertama, karakteristik siswa yang dijelaskan dalam acara ini diidentifikasi (yaitu, gender dan atribut perilaku). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa guru terutama prihatin dengan siswa yang menampilkan perilaku masalah ekstrem (ekstrem), terutama anak laki-laki (Joosten et al., 2014; Kokkinos, Panayiotou, & Davazoglou, 2004; Molins & Clopton, 2002; Ryinsaara & Frelin, 2017).Selain itu, penelitian kualitatif menunjukkan bahwa guru mengidentifikasi siswa yang sama dengan siswa yang menyebabkan masalah dan membawa sukacita (Rytivaara & Frelin, 2017). Oleh karena itu diharapkan bahwa dalam acara kelas relevan yang bernilai positif dan negatif, mayoritas siswa yang dijelaskan akan mendapat skor yang relatif tinggi pada masalah eksternalisasi dan akan menjadi jenis kelamin laki-laki. Kedua, diperiksa perilaku siswa mana yang hadir dalam deskripsi guru tentang peristiwa paling relevan dari hari kerja sebelumnya. Diasumsikan bahwa semakin sering suatu perilaku dilaporkan, semakin relevan perilaku siswa ini untuk guru. Sistem pengkodean dikembangkan untuk menilai ada tidaknya 21 perilaku siswa yang mungkin terjadi di setiap acara. Sistem ini berpusat di sekitar empat tema perilaku siswa yang dijelaskan oleh Frenzel (2014), menggabungkan perilaku salah siswa sebagaimana diidentifikasi oleh Chang (Chang, 2013; Chang & Davis, 2009) dan Brophy dan Rohrkemper (1988). Karena kami tidak hanya tertarik pada perilaku buruk siswa, kami juga mengembangkan kode untuk rekan positif dari semua perilaku negatif.Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa perilaku salah dilaporkan lebih sering daripada yang lain ketika ditanya tentang peristiwa di mana guru merasa tertantang secara emosional (lihat Chang, 2013), tidak ada hipotesis khusus yang dirumuskan untuk penelitian ini karena ini adalah yang pertama yang secara sistematis mengidentifikasi keduanya positif dan perilaku negatif siswa yang relevan. Ketiga, penelitian ini menyelidiki hubungan antara ada atau tidaknya perilaku siswa yang digambarkan dalam suatu peristiwa dan emosi yang dialami guru dalam menanggapi peristiwa yang relevan. Berdasarkan asumsi teoritis bahwa peristiwa yang relevan mengarah pada pengalaman emosional yang lebih intens (Chang, 2009; Lazarus, 1999) dan bukti empiris sebelumnya (misalnya, Becker et al., 2015; Chang, 2013; Frenzel et al., 2009; Hagenauer et al., 2015), kami berharap bahwa guru akan melaporkan tingkat kenikmatan yang lebih tinggi dalam menanggapi peristiwa di mana perilaku siswa yang positif dijelaskan dan tingkat kemarahan dan kecemasan yang lebih tinggi dalam menanggapi peristiwa di mana perilaku siswa yang negatif dijelaskan. Sebaliknya, asosiasi negatif yang diharapkan antara peristiwa di mana perilaku siswa yang positif dijelaskan dan kemarahan dan kecemasan guru dan antara peristiwa di mana siswa yang berperilaku negatif dijelaskan dan kesenangan guru.Karena sedikit penelitian yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan interaksi guru-siswa dan emosi terkait diri dan terkait lainnya, penelitian ini menguji hubungan antara perilaku siswa dan emosi ini dalam peristiwa eksploratif.

Persyaratan Layanan

Semua terjemahan yang dibuat di dalam terjemahan.id disimpan ke dalam database. Data-data yang telah direkam di dalam database akan diposting di situs web secara terbuka dan anonim. Oleh sebab itu, kami mengingatkan Anda untuk tidak memasukkan informasi dan data pribadi ke dalam system translasi terjemahan.id. anda dapat menemukan Konten yang berupa bahasa gaul, kata-kata tidak senonoh, hal-hal berbau seks, dan hal serupa lainnya di dalam system translasi yang disebabkan oleh riwayat translasi dari pengguna lainnya. Dikarenakan hasil terjemahan yang dibuat oleh system translasi terjemahan.id bisa jadi tidak sesuai pada beberapa orang dari segala usia dan pandangan Kami menyarankan agar Anda tidak menggunakan situs web kami dalam situasi yang tidak nyaman. Jika pada saat anda melakukan penerjemahan Anda menemukan isi terjemahan Anda termasuk kedalam hak cipta, atau bersifat penghinaan, maupun sesuatu yang bersifat serupa, Anda dapat menghubungi kami di →"Kontak"


Kebijakan Privasi

Vendor pihak ketiga, termasuk Google, menggunakan cookie untuk menayangkan iklan berdasarkan kunjungan sebelumnya yang dilakukan pengguna ke situs web Anda atau situs web lain. Penggunaan cookie iklan oleh Google memungkinkan Google dan mitranya untuk menayangkan iklan kepada pengguna Anda berdasarkan kunjungan mereka ke situs Anda dan/atau situs lain di Internet. Pengguna dapat menyisih dari iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi Setelan Iklan. (Atau, Anda dapat mengarahkan pengguna untuk menyisih dari penggunaan cookie vendor pihak ketiga untuk iklan hasil personalisasi dengan mengunjungi www.aboutads.info.)